Monday, 3 November 2014
SEMBURAN AIR BERLUMPUR HITAM SETINGGI 30 METER DI PATI
PATI – Fenomena semburan lumpur bercampur gas yang muncul di lokasi sumur bor di Dukuh Sarimulyo, Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati masih belum berhenti memasuki hari kedua, Minggu (2/11) kemarin. Meski demikian, Pemkab Pati belum menerapkan status tanggap darurat bencana.
Kejadian alam berupa semburan lumpur yang baru kali pertama terjadi Kota Mina Tani sejak Sabtu (1/11) itu, semula mengeluarkan gas dan lumpur berubah menjadi menyemburkan air bersih. Peristiwa itu pun langsung mendapat perhatian serius dari Pemkab Pati.
Bahkan Bupati Pati Haryanto langsung mendatangi lokasi, sekitar pukul 09.30 WIB, Minggu (2/11) kemarin. Bupati Haryanto mendatangi lokasi semburan dengan didampingi sejumlah dinas terkait. Mereka langsung memberikan pengarahan kepada warga di sekitar lokasi. Tidak hanya itu, Bupati Haryanto pun mengambil sampel air untuk diuji kadarnya di laboratorium. “Saya mengimbau kepada warga untuk tidak mengambil tindakan yang bisa berdampak semakin membesarnya semburan,” paparnya.
Bupati Haryanto segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendatangkan tim teknis untuk mengatasi semburan tersebut. "Aparat desa dan kecamatan agar tidak mengambil langkah sendiri-sendiri, melainkan harus tetap berkoordinasi dengan petugas kabupaten. Tetap waspada dan bersabar, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pinta Haryanto kepada warga dan aparat desa setempat.
Pemkab Pati segera berkoordinasi dan meminta arahan serta petunjuk dalam penanganan kejadian alam tersebut. Pemkab setempat memang tidak berani gegabah. Meski kejadian tersebut belum dapat dikatakan bencana darurat, namun harus ditangani oleh tim ahli. “Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Disamping itu, Satuan Tugas (Satgas) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati juga diperintahkan untuk selalu siap setiap saat. Khususnya dalam hal merespon dan menindaklanjuti setiap perkembangan kejadian alam tersebut. “Ini kami tujukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat setempat. Semoga tidak ada masalah atau kendala nantinya, harap Bupati Haryanto.
Seperti diberitakan Jateng Pos Minggu (2/11) kemarin, ketenangan warga Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati digegerkan dengan semburan gas dan lumpur yang muncul dari sebuah sumur bor yang baru dilakukan pengeboran, Sabtu (1/11) kemarin. Lokasi sumur bor yang berada di pekarangan milik Sabari, warga Dukuh Sarimulyo RT 1/ RW 11 itu, baru kali pertama terjadi di desa setempat.
Praktis kejadian tersebut membuat warga desa menjadi takut dan panik. Sebab semburan lumpur dari sumur bor tingginya mencapai kurang lebih 15 meter. Kehawatiran warga semakin menjadi, sebab fenomena alam ini sangat jarang terjadi. Selain itu, mereka khawatir bakal sama dengan peristiwa lumpur panas Lapindo di Porong, Kabupaten Sidoarjo.
Sumiran (60) salah seorang warga setempat mengatakan, berdasarkan keterangan pekerja yang melakukan pengeboran, semburan api terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, sejumlah pekerja sumur bor yang dibantu warga sedang menggali sumur milik Sabari. Rencanananya akan membuat sumur sedalam 200 meter, namun baru mencapai kedalaman meter 164 meter sumur justru mengeluarkan bau gas yang menyengat.
Namun para pekerja masih tetap melanjutkan penggalian dengan mesin diesel untuk menyedot air dari dalam tanah. Ketika mesin diesel dinyalakan, mendadak terdengar suara gemuruh dari dasar sumur dan sempat terjadi ledakan hebat. “Ketika kedalaman sudah mencapai 164 meter, sebenarnya sudah tercium bau yang menyengat dan ada suara germuruh dari dalam sumur, tidak lama kemudian terjadi ledakan sekali,” ungkap Sumiran yang juga ketua RT setempat.
Kemudian lubang sumur pun menyemburkan gas yang keluar bersama lumpur dan batu krikil. Untungnya warga dan pekerja langsung menjauh, begitu terdengar suara gemuruh dari dalam sumur. (gus)
Labels:
NEWS
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment